Benarkah 5 hal ini sering membuat bingung otak???


Otak menolak untuk memikirkan bentuk 4 dimensi, mekanika kuantum atau alam semesta yang tak terbatas dan sulit dimengerti. Materi abu-abu pada otak sebenarnya ahli dalam pengolahan data dari sistem indra dan pengalaman hidup sehari-hari. Namun, ada beberapa pengecualian yang mencolok.

Tahukah anda bahwa ternyata hal-hal yang biasa kita lakukan sehari-hari ini bisa membuat otak kita menjadi bingung?

1. Pintu
Tampaknya hampir semua orang pernah berjalan ke sebuah ruangan untuk tujuan tertentu, namun tiba-tiba lupa begitu saja. Mengapa itu bisa terjadi? Ternyata, pintu adalah  penyebab atas penyimpangan memori ini.
Para psikolog di University of Notre Dame menemukan bahwa melewati pintu memicu apa yang disebut dengan 'batas peristiwa' di dalam pikiran, yaitu hal yang memisahkan suatu pikiran dan kenangan dari pikiran berikutnya. Analoginya seperti keluar melalui pintu keluar setelah melihat film di bioskop.

2. Bunyi Alarm
Bunyi alarm jam, suara sirine kebakaran atau bunyi reminder memang sangat mengganggu. Suara secara alami diciptakan oleh transfer energi dan berasal dari satu objek yang bertemu dengan objek lain, misalnya tongkat memukul drum.
Suara alarm yang mengganggu ini layaknya mobil yang bergerak dengan kecepatan 100 km/jam kemudian tiba-tiba menabrak dinding namun tak pernah berhenti. Suara ini tidak berubah dari waktu ke waktu dan tidak hilang sehingga otak bingung mengenalinya dan dari mana asalnya.

3. Foto
Kita secara sadar melihat foto, tapi otak bawah sadar kita tidak sepenuhnya bisa memisahkan diri dari benda atau orang di dalam foto.
Penelitian menunjukkan bahwa orang jauh kurang akurat ketika melemparkan anak panah kepada foto bayi atau orang yang disukai daripada ketika melemparkan anak panah kepada Hitler atau musuhnya. Peneliti lain menemukan bahwa orang mulai berkeringat deras ketika diminta memotong foto-foto barang berharganya semasa kanak-kanak.

4. Telepon
Seringkali kita merasa telepon bergetar di saku atau tas atau tiba-tiba memeriksa apakah ada panggilan pesan yang masuk, namun ternyata kosong. Fenomena ini disebabkan karena otak salah menyimpulkan tanda dalam upaya memahami ketidakpastian hidup.
Pada zaman prasejarah, manusia sering keliru menyangka kayu yang meliuk-liuk sebagai ular. Saat teknologi semakin maju, otak masih sering salah menafsirkan gesekan kain sebagai isyarat panggilan telepon atau SMS.

5. Roda
Jika sering memperhatikan adegan film, kita akan melihat roda mobil seolah-olah berputar mundur. Hal ini disebabkan karena kamera mengambil gambar diam dari sebuah adegan pada tingkat yang terbatas sehingga otak mengisi kesenjangan antar gambar dengan menciptakan ilusi gerak yang berkelanjutan.
Otak kita secara efektif membuat film sendiri dari dunia luar, tetapi tidak selalu memiliki frame yang cukup cepat untuk merasakan roda berputar dengan semestinya.





Profil Tokoh Dunia



Peletak dasar-dasar ilmu bedah modern itu bernama Al-Zahrawi (936 M-1013 M). Orang barat mengenalnya sebagai Abulcasis. Al-Zahrawi adalah seorang dokter bedah yang amat fenomenal. Karya dan hasil pemikirannya banyak diadopsi para dokter di dunia barat. “Prinsip-prinsip ilmu kedokteran yang diajarkan Al-Zahrawi menjadi kurikulum pendidikan kedokteran di Eropa,” ujar Dr. Campbell dalam History of Arab Medicine.


Ahli bedah yang termasyhur hingga ke abad 21 itu bernama lengkap Abu al-Qasim Khalaf ibn al-Abbas Al-Zahrawi. Ia terlahir pada tahun 936 M di kota Al-Zahra, sebuah kota berjarak 9,6 km dari Cordoba, Spanyol. Al-Zahrawi merupakan keturunan Arab Ansar yang menetap di Spanyol. Di kota Cordoba inilah dia menimba ilmu, mengajarkan ilmu kedokteran, mengobati masyarakat, serta mengembangkan ilmu bedah bahkan hingga wafat.

Kisah masa kecilnya tak banyak terungkap. Sebab, tanah kelahirannya Al-Zahra dijarah dan dihancurkan. Sosok dan kiprah Al-Zahrawi baru terungkap ke permukaan, setelah ilmuwan Andalusia Abu Muhammad bin Hazm (993M-1064M) menempatkannya sebagai salah seorang dokter bedah terkemuka di Spanyol. Sejarah hidup alias biografinya baru muncul dalam Al-Humaydi’s Jadhwat al Muqtabis yang baru rampung setelah enam dasa warsa kematiannya.

Al-Zahrawi mendedikasikan separuh abad masa hidupnya untuk praktik dan mengajarkan ilmu kedokteran. Sebagai seorang dokter termasyhur, Al-Zahrawi pun diangkat menjadi dokter istana pada era kekhalifahan Al-Hakam II di Andalusia. Berbeda dengan ilmuwan muslim kebanyakan, Al-Zahrawi tak terlalu banyak melakukan perjalanan. Ia lebih banyak mendedikasikan hidupnya untuk merawat korban kecelakaan serta korban perang.

Para dokter di zamannya mengakui bahwa Al-Zahrawi adalah seorang dokter yang jenius terutama di bidang bedah. Jasanya dalam mengembangkan ilmu kedokteran sungguh sangat besar. Al-Zahrawi meninggalkan sebuah ‘harta karun’ yang tak ternilai harganya bagi ilmu kedokteran yakni berupa kitab Al-Tasrif li man ajaz an-il-talil—sebuah ensiklopedia kedokteran. Kitab yang dijadikan materi sekolah kedokteran di Eropa itu terdiri dari 30 volume.

Dalam kitab yang diwariskannya bagi peradaban dunia itu, Al-Zahrawi secara rinci dan lugas mengupas tentang ilmu bedah, orthopedic, opththalmologi, farmakologi, serta ilmu kedokteran secara umum. Ia juga mengupas tentang kosmetika. Al-Zahrawi pun ternyata begitu berjasa dalam bidang kosmetika. Sederet produk kosmetika seperti deodorant, hand lotion, pewarna rambut yang berkembang hingga kini merupakan hasil pengembangan dari karya Al-Zahrawi.

Popularitas Al-Zahrawi sebagai dokter bedah yang andal menyebar hingga ke seantero Eropa. Tak heran, bila kemudian pasien dan anak muda yang ingin belajar ilmu kedokteran dari Abulcasis berdatangan dari berbagai penjuru Eropa. Menurut Will Durant, pada masa itu Cordoba menjadi tempat favorit bagi orang-orang Eropa yang ingin menjalani operasi bedah. Di puncak kejayaannya, Cordoba memiliki tak kurang dari 50 rumah sakit yang memberikan pelayanan prima.

Sebagai seorang guru ilmu kedokteran, Al-Zahrawi begitu mencintai murid-muridnya. Dalam Al-Tasrif, dia mengungkapkan kepedulian terhadap kesejahteraan siswanya. Al-Zahrawi pun mengingatkan kepada para muridnya tentang pentingnya membangun hubungan yang baik dengan pasien. Menurut Al-Zahrawi, seorang dokter yang baik haruslah melayani pasiennya sebaik mungkin tanpa membedakan status sosialnya.

Dalam menjalankan praktik kedokterannya, Al-Zahrawi menanamkan pentingnya observasi tertutup dalam kasus-kasus individual. Hal itu dilakukan untuk tercapainya diagnosis yang akurat serta kemungkinan pelayanan yang terbaik. Al-Zahrawi pun selalu mengingatkan agar para dokter berpegang pada norma dan kode etik kedokteran, yakni tak menggunakan profesi dokter hanya untuk meraup keuntungan materi.

Menurut Al-Zahrawi profesi dokter bedah tak bisa dilakukan sembarang orang. Pada masa itu, dia kerap mengingatkan agar masyarakat tak melakukan operasi bedah kepada dokter atau
dukun yang mengaku-ngaku memiliki keahlian operasi bedah. Hanya dokter yang memiliki keahlian dan bersertifikat saja yang boleh melakukan operasi bedah. Mungkin karena itulah di era modern ini muncul istilah dokter spesialis bedah (surgeon).

Kehebatan dan profesionalitas Al-Zahrawi sebagai seorang ahli bedah diakui para dokter di Eropa. “Tak diragukan lagi, Al-Zahrawi adalah kepala dari seluruh ahli bedah.” Ucap Pietro Argallata. Kitab Al-Tasrif yang ditulisnya lalu diterjemahkan ke dalam bahasa Latin oleh Gerard of Cremona pada abad ke-12 M. Kitab itu juga dilengkapi dengan ilustrasi. Kitab itu menjadi rujukan dan buku resmi sekolah kedokteran dan para dokter serta ahli bedah Eropa selama lima abad lamanya pada periode abad pertengahan.

Sosok dan pemikiran Al-Zahrawi begitu dikagumi para dokter serta mahasiswa kedokteran di Eropa. Pada abad ke-14, seorang ahli bedah Perancis bernama Guy de Chauliac mengutip Al-Tasrif hampir lebih dari 200 kali. Kitab Al-Tasrif terus menjadi pegangan para dokter di Eropa hingga terciptanya era Renaissance. Hingga abad ke-16, ahli bedah berkebangsaan Prancis, Jaques Delechamps (1513M-1588M) masih menjadikan Al-Tasrif sebagai rujukan.

Al-Zahrawi tutup usia di kota Cordoba pada tahun 1013M—dua tahun setelah tanah kelahirannya dijarah dan dihancurkan. Meski Cordoba kini bukan lagi menjadi kota bagi umat Islam, namun namanya masih diabadikan menjadi nama jalan kehormatan yakni ‘Calle Albucasis’. Di jalan itu terdapat rumah nomor 6 –yakni rumah tempat Al-Zahrawi pernah tinggal . Kini rumah itu menjadi cagar budaya yang dilindungi Badan Kepariwisataan Spanyol.

Sang penemu puluhan alat bedah modern
Selama separuh abad mendedikasikan dirinya untuk pengembangan ilmu kedokteran khususnya bedah, Al-Zahrawi telah menemukan puluhan alat bedah modern. Dalam kitab Al-Tasrif, ‘bapak ilmu bedah’ itu memperkenalkan lebih dari 200 alat bedah yang dimilikinya. Di antara ratusan koleksi alat bedah yang dipunyainya, ternyata banyak peralatan yang tak pernah digunakan ahli bedah sebelumnya.

Menurut catatan, selama karirnya Al-Zahrawi telah menemukan 26 peralatan bedah. Salah satu alat bedah yang ditemukan dan digunakan Al-Zahrawi adalah catgut. Alat yang digunakan untuk menjahit bagian dalam itu hingga kini masih digunakan ilmu bedah modern. Selain itu, juga menemukan forceps untuk mengangkat janin yang meninggal. Alat itu digambarkan dalam kitab Al-tasrif.

Dalam Al-Tasrif, Al-Zahrawi juga memperkenalkan penggunaan ligature (benang pengikat luka) untuk mengontrol pendarahan arteri. Jarum bedah ternyata juga ditemukan dan dipaparkan secara jelas dalam Al-Tasrif. Selain itu, Al-Zahrawi juga memperkenalkan sederet alat bedah lain hasil penemuannya.

Peralatan penting untuk bedah yang ditemukannya itu antara lain, pisau bedah (scalpel), curette, retractor, sendok bedah (surgical spoon), sound, pengait bedah (surgical hook), surgical rod, dan specula. Tak cuma itu, Al-Zahrawi juga menemukan peralatan bedah yang digunakan untuk memeriksa dalam uretra, alat untuk memindahkan benda asing dari tenggorokan serta alat untuk memeriksa telinga. Kontribusi Al-Zahrawi bagi dunia kedokteran khususnya bedah hingga kini tetap dikenang dunia.


Filosofi Lagu Gundul Pacul



Lagu Gundul gundul pacul ini konon diciptakan tahun 1400-an oleh Sunan Kalijaga dan teman-temannya yang masih remaja dan mempunyai arti filosofis yg dalam dan sangat mulia.

Gundul Pacul

Gundul adalah kepala plonthos tanpa rambut. Kepala adalah lambang kehormatan, kemuliaan seseorang. Rambut adalah mahkota lambang keindahan kepala. Jadi gundul adalah kehormatan tanpa mahkota.

Pacul adalah cangkul (red, jawa) yaitu alat petani yang terbuat dari lempeng besi segi empat. Jadi pacul adalah lambang kawula rendah, kebanyakan petani.

Gundul pacul artinya adalah bahwa seorang pemimpin sesungguhnya bukan orang yang diberi mahkota tetapi dia adalah pembawa pacul utk mencangkul, mengupayakan kesejahteraan bagi rakyatnya atau orang banyak.

Orang Jawa mengatakan pacul adalah Papat Kang Ucul (4 yg lepas). Kemuliaan seseorang tergantung 4 hal yaitu bagaimana menggunakan mata, hidung, telinga dan mulutnya.

1. Mata digunakan untuk melihat kesulitan rakyat/masyarakat.
2. Telinga digunakan untuk mendengar nasehat.
3. Hidung digunakan untuk mencium wewangian kebaikan.
4. Mulut digunakan untuk berkata adil.

Jika empat hal itu lepas, maka lepaslah kehormatannya. Gembelengan artinya besar kepala, sombong dan bermain-main dalam menggunakan kehormatannya.

Arti harafiahnya jika orang yg kepalanya sudah kehilangan 4 indera itu mengakibatkan:
gembelengan (congkak atau sombong).

nyunggi-nyunggi wakul (menjunjung amanah rakyat atau orang banyak) gembelengan ( sombong hati), akhirnya wakul ngglimpang (amanah jatuh gak bisa dipertahankan).

  sagane dadi sak lantar(berantakan sia-sia, tidak bermanfaat bagi kesejahteraan orang banyak).

Membuat Boneka Tangan

cara untuk membuat boneka tangan sebagai berikut:
1. Bahan yang dibutuhkan:
- kain flanel
- jarum dan benang
- kapas / dakron
- gunting
- lem
2. Langkah-langkahnya:
- Buat pola pada gambar yang akan dibentuk, buat dua pola untuk depan dan belakang
- Gunting pola yang telah dibentuk,
- Jahit pola yang telah dibuat, tapi sisakan tempat untuk memansukkan dakron sebagai isi
- Masukkan dakron, dan tutup jahitan yang belum tertutup
- Bentuk aplikasi seperti mata, hidung, dll, dengan menjahit membentuk, atau menggunakan kain flanel dan direkatkan dengan lem
- Buat tempat untuk jari di belakang boneka yang telah jadi,
- Dan boneka jari siap untuk diperankan. 
 

Inilah "Great Wall" Ala Ranah Minang

Bukittinggi - Kawasan Bukittinggi dan Agam, Sumatera Barat punya kawasan wisata baru. Namanya mirip-mirip dengan tembok China. Tapi yang di Koto Gadang mungkin lebih cantik, pemandangan ngarai Sianok terbentang.

Detikcom berkesempatan menjelajah Janjang Koto Gadang ini pada Minggu (27/1/2013), bersama ribuan warga. Obyek wisata ini memang baru diresmikan Menkominfo Tifatul Sembiring.

'Great Wall' yang juga dipanggil Janjang ini, menghubungkan Bukittinggi dan Agam. Bila dari Bukittinggi, lokasinya tak jauh dari Lobang Jepang.

Memasuki kawasan ini, pengunjung akan melalui jalan menurun. Kemudian bertemu dengan panorama Ngarai Sianok, persawahan dengan tebing-tebing nan indah.

Total, jarak yang ditempuh untuk menuntaskan Great Wall ini sekitar 1 Km. Tapi medan yang dilalui cukup menantang, cocok untuk tracking.

Ada jembatan gantung dan anak tangga yang tinggi. Perlu stamina kuat untuk menuntaskannya.

Namun, ada pos-pos di beberapa titik. Pos itu tempat beristirahat sekedar menikmati pemandangan sungai, sawah, dan tebing.

Acara peresmian obyek wisata ini pun dilakukan dengan acara jalan santai. Ribuan warga ikut dalam acara ini. Ada doorprize 5 paket umrah, motor, dan HP.

"Ini diharapkan bisa meningkatkan ekonomi di kawasan ini. Semoga masyarakat juga bisa memanfaatkan obyek wisata ini," tutur Tifatul Sembiring yang juga putra Bukittinggi ini.

Dalam acara ini hadir Ketua DPD Irman Gusman, anggota DPR Refrizal, dan kepala daerah di wilayah ini.

sumber: http://travel.detik.com/
------------ Inilah "Great Wall" Ala Ranah Minang ---------------

Bukittinggi - Kawasan Bukittinggi dan Agam, Sumatera Barat punya kawasan wisata baru. Namanya mirip-mirip dengan tembok China. Tapi yang di Koto Gadang mungkin lebih cantik, pemandangan ngarai Sianok terbentang.

Detikcom berkesempatan menjelajah Janjang Koto Gadang ini pada Minggu (27/1/2013), bersama ribuan warga. Obyek wisata ini memang baru diresmikan Menkominfo Tifatul Sembiring.

'Great Wall' yang juga dipanggil Janjang ini, menghubungkan Bukittinggi dan Agam. Bila dari Bukittinggi, lokasinya tak jauh dari Lobang Jepang.

Memasuki kawasan ini, pengunjung akan melalui jalan menurun. Kemudian bertemu dengan panorama Ngarai Sianok, persawahan dengan tebing-tebing nan indah.

Total, jarak yang ditempuh untuk menuntaskan Great Wall ini sekitar 1 Km. Tapi medan yang dilalui cukup menantang, cocok untuk tracking.

Ada jembatan gantung dan anak tangga yang tinggi. Perlu stamina kuat untuk menuntaskannya.

Namun, ada pos-pos di beberapa titik. Pos itu tempat beristirahat sekedar menikmati pemandangan sungai, sawah, dan tebing.

Acara peresmian obyek wisata ini pun dilakukan dengan acara jalan santai. Ribuan warga ikut dalam acara ini. Ada doorprize 5 paket umrah, motor, dan HP.

"Ini diharapkan bisa meningkatkan ekonomi di kawasan ini. Semoga masyarakat juga bisa memanfaatkan obyek wisata ini," tutur Tifatul Sembiring yang juga putra Bukittinggi ini.

Dalam acara ini hadir Ketua DPD Irman Gusman, anggota DPR Refrizal, dan kepala daerah di wilayah ini.

sumber: http://travel.detik.com
resep donat empuk ala dunkin donut resep kue cubit coklat enak dan sederhana resep donat kentang empuk lembut dan enak resep es krim goreng coklat kriuk mudah dan sederhana resep es krim coklat lembut resep bolu karamel panggang sarang semut